Kapolda Kaltara Ingatkan Bahaya Narkoba, Ajak Warga Jaga Kedamaian Pasca Insiden Tarakan

Kapolda Kalimantan Utara, Djati Wiyoto Abadi, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi menyusul pengungkapan kasus penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya seorang warga di Kota Tarakan. (ist)

TARAKAN – Kapolda Kalimantan Utara, Djati Wiyoto Abadi, mengingatkan masyarakat akan bahaya narkoba yang dapat memicu tindak kekerasan, menyusul terungkapnya kasus penganiayaan yang menewaskan seorang warga di Kota Tarakan.

Kasus yang terjadi pada Jumat (27/3/2026) itu berhasil diungkap cepat oleh aparat gabungan Polda Kaltara dan Polres Tarakan, dengan pelaku diamankan dalam waktu kurang dari 24 jam. Dari hasil penyelidikan awal, insiden tersebut diduga kuat berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.

Kapolda menegaskan bahwa narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat memicu konflik yang berujung fatal.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Jangan sampai narkoba merusak kehidupan dan memicu tindakan yang merugikan banyak pihak,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya, terutama pasca kejadian yang sempat memicu kekhawatiran di lingkungan sekitar.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi. Percayakan penanganan kasus ini kepada kepolisian,” tegasnya.

Selain itu, Kapolda menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah peredaran narkoba, mulai dari lingkungan keluarga hingga komunitas.

“Jika ada hal mencurigakan terkait narkoba, segera laporkan. Ini tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.

Diketahui, peristiwa tragis tersebut terjadi di Jalan Murai, Kelurahan Karang Rejo, di mana korban berinisial A (41) meninggal dunia akibat luka tusuk senjata tajam. Polisi telah mengamankan pelaku beserta barang bukti, dan saat ini proses hukum terus berjalan.

Hingga saat ini, kondisi keamanan di Kota Tarakan dilaporkan tetap kondusif. Aparat kepolisian terus melakukan pengamanan dan pemantauan guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali. (*ma)