Menuju Wisuda Santri ke-34, 324 Santri dari 75 TK/TPA di Tarakan Ikuti Munaqasyah

324 Santri Tarakan Ikuti Munaqasyah Menuju Wisuda ke-34

TARAKAN – Sebanyak 324 santri dari 75 lembaga Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKA) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) se-Kota Tarakan mengikuti Munaqasyah Akhir Tahun 2026 yang digelar Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (LPPTKA) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Tarakan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid At-Taqwa, Sebengkok, Kota Tarakan, Ahad (8/11/2026). Para peserta berasal dari empat kecamatan, yakni Tarakan Barat, Tarakan Tengah, Tarakan Utara, dan Tarakan Timur.

Munaqasyah menjadi salah satu tahapan penting untuk mengukur kemampuan para santri setelah mengikuti proses pembelajaran Al-Qur’an di masing-masing lembaga.

Kasi Munaqasyah LPPTKA BKPRMI Kota Tarakan, Ustadz Ahmad Sa’id Rusman, mengatakan pelaksanaan munaqasyah bertujuan mengetahui sejauh mana penguasaan santri terhadap materi yang telah diajarkan oleh para ustadz dan ustadzah.

“Ini merupakan bagian dari evaluasi akhir bagi santri sebelum melangkah ke tahapan berikutnya,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, munaqasyah tahun ini melibatkan 24 munaqis atau penguji. Para penguji tersebut sebelumnya telah mengikuti orientasi dan tes dari tim pusat LPPTKA BKPRMI.

Kehadiran para munaqis diharapkan mampu mendukung proses evaluasi yang objektif, terukur, dan tetap menjaga kualitas pendidikan Al-Qur’an bagi para santri.

Selain sebagai evaluasi akhir pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju Wisuda Santri TK/TPA ke-34 se-Kota Tarakan.

Para santri yang dinyatakan memenuhi persyaratan kelulusan nantinya akan dipersiapkan mengikuti prosesi wisuda sebagai bentuk penghargaan atas perjalanan dan keberhasilan mereka dalam menempuh pendidikan Al-Qur’an.

Dengan melibatkan ratusan santri dari puluhan lembaga pendidikan Al-Qur’an, kegiatan ini mencerminkan semangat bersama dalam membangun generasi Qur’ani sejak usia dini.

LPPTKA BKPRMI Kota Tarakan berharap munaqasyah tidak hanya menjadi proses penilaian kemampuan santri, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan Al-Qur’an serta melahirkan generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, dan mencintai Al-Qur’an.