NAGOYA – Hujan deras yang mengguyur Kota Nagoya, Jepang, tak menyurutkan semangat tim para bulu tangkis Indonesia untuk memburu prestasi di Asian Para Games 2026. Sebanyak 15 atlet andalan Merah Putih langsung menjalani latihan di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Rabu (14/10/2026), demi mematangkan persiapan menghadapi pertandingan.
Adaptasi terhadap venue menjadi salah satu fokus utama tim sebelum kompetisi dimulai. Para atlet memanfaatkan kesempatan latihan untuk mengenali kondisi lapangan sekaligus menjaga kesiapan fisik setelah menempuh perjalanan dari Indonesia.
Tim para bulu tangkis Indonesia datang dengan target meraih 10 medali, terdiri atas dua emas, dua perak, dan enam perunggu.
Koordinator Pelatih Para Bulu Tangkis Indonesia, Jarot Hernowo, mengatakan seluruh atlet tiba dalam kondisi sehat dan telah memanfaatkan kesempatan latihan yang tersedia sejak hari pertama.
“Alhamdulillah kita sudah sampai dan kondisi atlet sehat semua. Dua kali kesempatan latihan sudah kita manfaatkan sejak hari pertama,” ujar Jarot di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Rabu (14/10/2026).
Menurut Jarot, kondisi fisik para atlet tetap terjaga meskipun harus menjalani perjalanan udara dari Kota Solo ke Nagoya serta menyesuaikan diri dengan kebutuhan akomodasi selama berada di Jepang.
“Dengan perjalanan yang ada, mereka sehat, semuanya oke. Tadi dengan semangatnya kita berangkat untuk latihan, dan kebetulan lapangannya juga enak,” ungkapnya.
Ia menyebut kendala yang dihadapi tim sejauh ini berkaitan dengan jarak penginapan menuju venue pertandingan yang membutuhkan waktu perjalanan sekitar 45 menit. Meski demikian, kondisi tersebut masih dapat diatasi.
“Hanya jarak hotel ke venue saja yang di sini agak jauh, memakan waktu perjalanan 45 menit, tetapi aman semua. Makanan dan lain-lain kami jaga sedemikian rupa,” jelas Jarot.
Ganda Campuran dan Ganda Putri Jadi Andalan
Target 10 medali yang dicanangkan tim bukan tanpa perhitungan. Jarot menyebut nomor ganda campuran dan ganda putri menjadi tumpuan utama Indonesia dalam perburuan medali di Nagoya.
“Target kami ada 2 emas, 2 perak, dan 6 perunggu,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kedua nomor tersebut menjadi fokus karena dinilai memiliki peluang untuk memberikan hasil maksimal bagi Indonesia.
“Peluang kami masih di nomor utama kami, yaitu di mixed double, kemudian juga di ganda putri,” paparnya.
Selain dua nomor unggulan tersebut, Indonesia juga menaruh harapan pada nomor ganda putra dengan klasifikasi baru yang untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam Asian Para Games.
Nomor tersebut menggunakan klasifikasi SL3-SL5, berbeda dari klasifikasi sebelumnya SL3-SU4. Perubahan kategori ini menjadi peluang tersendiri bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Jarot mengatakan hasil uji coba menjadi salah satu alasan tim pelatih optimistis terhadap nomor tersebut.
“Kelas baru ini kebetulan dari empat kali try out, kita mendapatkan medali emas. Jadi harapan kami masih bisa bertahan sampai di sini,” katanya.
Meski memiliki sejumlah nomor andalan, tim pelatih tetap mengingatkan bahwa persaingan di Nagoya tidak akan mudah. Jarot menilai kekuatan para peserta relatif merata dan tidak ada satu negara yang mendominasi seluruh nomor pertandingan.
“Kurang lebih sama. Ada 6 kategori di sini, putra-putri, berarti 12 nomor tunggal. Itu pun persaingannya merata. Tidak ada dominasi satu negara untuk seluruh nomor,” ungkapnya.
India dan Malaysia menjadi dua negara yang paling diwaspadai Indonesia, terutama pada nomor-nomor yang menjadi sasaran perolehan medali Merah Putih.
“Biasanya dari India dan Malaysia. Mereka kuat di nomor-nomor unggulan kami. Itu pesaing utama kami di situ,” terang Jarot.
Subhan Bertekad Pertahankan Emas
Optimisme juga datang dari atlet para bulu tangkis Indonesia, Subhan. Atlet klasifikasi short stature tersebut mengaku persiapannya telah mencapai sekitar 90 persen menjelang pertandingan Asian Para Games 2026.
Pada Asian Para Games di Hangzhou, China, Subhan berhasil membawa pulang dua medali dari kategori SH6, yakni satu emas dan satu perunggu.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi tahun ini. Subhan berharap dapat kembali mempertahankan prestasi yang telah diraihnya pada edisi sebelumnya.
“Persiapan ini cukup lama, 90 persen persiapannya sudah cukup,” kata Subhan.
Ia menjelaskan, fokus menjelang pertandingan saat ini adalah menjaga kebugaran tubuh dan menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca di Jepang.
“Persiapannya untuk menjaga badan biar tetap fresh, menstabilkan diri dengan cuaca di sini, karena cuacanya beda,” ungkapnya.
Subhan juga mengaku puas setelah mencoba lapangan pertandingan. Menurutnya, kondisi lapangan cukup nyaman dan stabil untuk digunakan bertanding.
“Tadi kita coba semua lapangan, cukup enak. Stabil, tidak licin,” ujarnya.
Dengan persiapan yang telah dijalani, Subhan menegaskan targetnya adalah mempertahankan gelar juara yang pernah diraih di China.
“Kalau buat event ini, targetnya mempertahankan juara yang dulu di Cina. Mudah-mudahan bisa mempertahankan juara itu,” ucapnya.
China Jadi Lawan yang Diwaspadai
Dalam upaya mempertahankan gelar, Subhan mengaku telah memiliki gambaran mengenai persaingan di kategori yang diikutinya. Ia menilai China masih menjadi lawan terberat yang perlu diantisipasi.
“Peta persaingannya nggak berubah. Yang terberat ya cuma Cina, nggak ada yang lain,” tegasnya.
Subhan memperkirakan peluang untuk kembali berhadapan dengan rival lamanya cukup besar. Ia juga menyadari bahwa kedua pihak kemungkinan telah melakukan berbagai pembenahan selama masa persiapan.
“Kemungkinan terbesar bisa ketemu lagi. Kita sama saja, cuma pasti ada perubahan sedikit, entah dari kita atau lawannya, pasti ada perubahan,” katanya.
Meski menghadapi persaingan ketat, Subhan berusaha menjaga fokus pada persiapan dan penampilannya sendiri. Ia berharap dapat kembali memberikan hasil terbaik bagi Indonesia.
Namun, perjuangannya kali ini harus dijalani tanpa kehadiran keluarga secara langsung di Jepang. Meski demikian, doa dan dukungan keluarga tetap menjadi sumber semangat baginya.
“Keluarga cuma mendoakan yang terbaik untuk kita yang di sini, semua untuk berjuang,” imbuhnya.
Di balik target mempertahankan prestasi, Subhan menyimpan harapan pribadi yang menjadi motivasi tersendiri. Jika kembali meraih medali emas, ia ingin mempersembahkannya untuk sang ibu sekaligus mewujudkan niat memberangkatkannya menunaikan ibadah haji.
“Buat Mama, saya mau berangkatkan Mama naik haji, sudah niatnya begitu,” tutup Subhan.
Target 10 medali kini menjadi tantangan bagi tim para bulu tangkis Indonesia di Nagoya. Dengan kondisi atlet yang terjaga, persiapan venue yang terus dimatangkan, serta pengalaman dari kompetisi sebelumnya, Merah Putih berharap dapat bersaing maksimal dan membawa pulang prestasi bagi Indonesia.













Leave a Reply
View Comments