Bupati Malinau Serap Aspirasi Tenaga Kesehatan, Soroti Kekurangan Dokter dan Obat

Bupati Malinau Wempi W. Mawa berdialog dengan tenaga kesehatan terkait pemerataan pelayanan medis di kecamatan dan desa.

MALINAU – Ketersediaan tenaga medis, kecukupan obat-obatan, hingga kendala pelayanan di wilayah terpencil menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Malinau. Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., turun langsung mendengarkan kondisi tenaga kesehatan melalui pertemuan daring bersama petugas di berbagai kecamatan dan desa.

Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Intulun, Kantor Bupati Malinau, Kamis (8/10/2026) pagi, melalui Zoom Meeting yang diikuti para camat serta tenaga kesehatan yang bertugas di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Puskesmas Pembantu (Pustu) di sejumlah wilayah Kabupaten Malinau.

Pertemuan ini menjadi ruang komunikasi antara pemerintah daerah dan tenaga kesehatan untuk mengidentifikasi persoalan yang dihadapi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama di wilayah dengan tantangan geografis dan akses transportasi yang terbatas.

Dalam pertemuan tersebut, Wempi ingin memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi pelayanan kesehatan di lapangan. Beberapa hal yang menjadi perhatian meliputi ketersediaan tenaga kesehatan, kebutuhan dokter, kecukupan obat-obatan, serta fasilitas pendukung pelayanan.

“Kalau ada kekurangan, sampaikan. Kita perlu tahu apa yang menjadi kebutuhan di lapangan, baik tenaga kesehatan maupun fasilitas pendukung. Dari situ kita bisa melihat mana yang harus menjadi prioritas,” ungkap Wempi.

Menurutnya, informasi langsung dari petugas di lapangan diperlukan agar pemerintah daerah dapat memetakan kebutuhan pelayanan kesehatan secara lebih tepat. Dengan demikian, persoalan yang dihadapi Puskesmas maupun Pustu di setiap wilayah dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan.

Dorong Desa Sarjana untuk Penuhi Kebutuhan Dokter

Selain membahas kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini, Wempi juga mendorong langkah jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di Kabupaten Malinau.

Salah satu upaya yang disorot adalah pemanfaatan Program Desa Sarjana untuk mendorong generasi muda Malinau melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan, terutama kedokteran.

Pemerintah desa diharapkan dapat mengarahkan putra-putri daerah dari setiap kecamatan hingga desa agar mengambil pendidikan sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah masing-masing.

Melalui upaya tersebut, generasi muda yang memperoleh pendidikan kesehatan dan kedokteran diharapkan dapat kembali ke daerah asal untuk mengabdi dan membantu memenuhi kebutuhan tenaga medis.

Langkah ini menjadi salah satu pendekatan yang dapat ditempuh untuk memperkuat ketersediaan sumber daya manusia kesehatan, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan medis.

Tekankan Keselamatan Pasien

Di sisi lain, Wempi mengingatkan seluruh tenaga kesehatan agar tetap mengutamakan kualitas pelayanan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap masyarakat.

Ia menegaskan, pelayanan kesehatan berkaitan langsung dengan keselamatan manusia sehingga setiap tindakan medis harus dilakukan secara cermat dan sesuai dengan kompetensi serta prosedur yang berlaku.

“Jangan sampai terjadi malpraktik, pemberian diagnosis yang salah maupun pemberian obat yang salah. Ini menyangkut keselamatan manusia,” tegasnya.

Peringatan tersebut menjadi penekanan agar tenaga kesehatan senantiasa menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas, mulai dari pemeriksaan pasien, penetapan diagnosis hingga pemberian obat.

Melalui komunikasi langsung dengan tenaga kesehatan di berbagai wilayah, Pemerintah Kabupaten Malinau berupaya memperoleh masukan mengenai kebutuhan riil pelayanan kesehatan sekaligus mengidentifikasi kendala yang memerlukan penanganan.

Ketersediaan tenaga medis, obat-obatan, fasilitas pendukung, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam upaya memastikan masyarakat di seluruh wilayah Malinau mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.