NUNUKAN – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Sebatik, Kabupaten Nunukan, tahun ajaran 2026/2027 menghadirkan suasana berbeda. Selain menjadi momentum penyambutan peserta didik baru, kegiatan ini juga diikuti enam siswa dari Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Malaysia, sebagai bagian dari kerja sama pendidikan lintas negara di kawasan perbatasan.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (8/7/2026) tersebut turut dipantau Ketua Dewan Pendidikan (Dewandik) Kalimantan Utara, Maulana, bersama dewan guru dan para peserta didik baru.
Maulana mengatakan, pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 1 Sebatik berjalan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan pemerintah. Menurutnya, seluruh proses berlangsung tertib tanpa adanya persoalan berarti, baik pada jalur domisili maupun jalur prestasi.
“Pelaksanaan SPMB di SMAN 1 Sebatik berjalan sesuai juknis. Tidak ada persoalan yang berarti pada jalur domisili maupun jalur prestasi. Ini menunjukkan bahwa proses penerimaan peserta didik baru telah dilaksanakan secara transparan, objektif, dan sesuai ketentuan,” ujar Maulana.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan MPLS yang dinilai tidak hanya berorientasi pada pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga membekali peserta didik dengan pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan sesuai kurikulum dari pemerintah pusat.
Dalam rangkaian MPLS, para siswa mendapatkan berbagai materi penting, di antaranya wawasan kebangsaan dari jajaran Polres yang mengangkat bahaya perjudian online (judol), serta penyuluhan dari Dinas Kesehatan mengenai dampak negatif pergaulan bebas dan hubungan seksual berisiko di kalangan remaja.
“Materi yang diberikan sangat relevan dengan tantangan generasi muda saat ini. Sekolah tidak hanya mendidik dari sisi akademik, tetapi juga memperkuat karakter, kedisiplinan, nasionalisme, dan kesadaran peserta didik terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang,” katanya.
Menurut Maulana, hal paling menarik dari pelaksanaan MPLS tahun ini adalah keikutsertaan enam peserta didik dari Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Malaysia. Kehadiran mereka menjadi bukti eratnya hubungan pendidikan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya antara SIKK dengan SMAN 1 Sebatik.
“Ini menjadi sesuatu yang istimewa. Ada enam siswa dari SIKK Malaysia yang mengikuti MPLS di SMAN 1 Sebatik. Kerja sama ini menunjukkan bahwa pendidikan di wilayah perbatasan terus berkembang dan mampu membangun konektivitas antarlembaga pendidikan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas bagi peserta didik,” jelasnya.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air bagi anak-anak Indonesia yang berada di luar negeri maupun di kawasan perbatasan.
“Dewan Pendidikan Kalimantan Utara mendukung penuh berbagai inovasi dan kolaborasi yang dilakukan sekolah-sekolah di perbatasan. Semoga sinergi ini terus berkembang sehingga mampu melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat,” tutup Maulana. (*)














Leave a Reply
View Comments