Di Balik Layar Gawai, Polres Tarakan Menemukan Bibit Juara Esports Kaltara

Ratusan Gamer Muda Ramaikan Turnamen Mobile Legends Kapolres Tarakan.(ma)

TARAKAN – Sorak sorai terdengar bersahutan dari area Gedung Paten Polres Tarakan, Kamis (25/6/2026) malam. Jemari para pemain bergerak lincah di atas layar ponsel, menyusun strategi, membangun komunikasi, dan bertarung dalam hitungan detik. Bagi sebagian orang, Mobile Legends mungkin hanya sebuah permainan. Namun di mata Polres Tarakan, esports telah menjadi ruang pembinaan karakter sekaligus panggung lahirnya generasi muda berprestasi.

Sebanyak 32 tim yang diperkuat sekitar 160 pemain mengikuti Turnamen Mobile Legends Kapolres Tarakan Road to Esports Kapolri Cup 2026, sebuah kompetisi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.

Turnamen ini bukan sekadar memperebutkan hadiah jutaan rupiah. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi proses seleksi atlet yang akan membawa nama Polres Tarakan menuju Kapolda Kaltara Cup, bahkan berpeluang tampil di Esports Kapolri Cup tingkat nasional di Jakarta.

Kapolres Tarakan Resmi Buka Turnamen Mobile Legends Road to Esports Kapolri Cup 2026. 

Kapolres Tarakan AKBP Erwin S. Manik mengatakan perkembangan esports merupakan realitas yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan generasi muda saat ini. Karena itu, Polri memilih hadir bukan sebagai penonton, melainkan sebagai mitra yang memberikan ruang pembinaan melalui kompetisi yang sehat.

“Kami ingin anak-anak muda memiliki wadah untuk menunjukkan kemampuan mereka. Esports bukan hanya soal bermain game, tetapi mengajarkan kerja sama, komunikasi, disiplin, pengambilan keputusan, dan sportivitas. Nilai-nilai itulah yang ingin kami bangun melalui turnamen ini,” ujar Kapolres.

Menurutnya, peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui aktivitas yang mampu menyentuh langsung kehidupan masyarakat, khususnya kalangan muda.

“Turnamen ini sekaligus menjadi ajang mencari talenta terbaik yang nantinya mewakili Polres Tarakan di tingkat Polda Kalimantan Utara. Kami berharap mereka dapat mengharumkan nama Tarakan hingga tingkat nasional,” katanya.

Kebersamaan Polri dan Generasi Muda dalam Pembukaan Turnamen Mobile Legends

Ketua panitia, IPTU Ghazi Prima Daffa Ohoirat, menjelaskan seluruh peserta merupakan putra-putri Kota Tarakan yang berusia 16 hingga 22 tahun dan didominasi pelajar serta mahasiswa.

“Antusiasmenya luar biasa. Ada 32 tim yang lolos verifikasi administrasi. Kami memang ingin memberikan kesempatan kepada talenta lokal agar memiliki panggung untuk berkembang dan menunjukkan kemampuannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyelenggaraan turnamen ini juga menjadi bagian dari transformasi Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Polri ingin hadir melalui hal-hal yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Kami berharap melalui kegiatan seperti ini lahir atlet-atlet esports yang tidak hanya hebat secara kemampuan, tetapi juga memiliki karakter, menjunjung sportivitas, dan mampu menjadi contoh yang baik,” katanya.

Selama tiga hari pelaksanaan, panitia mengedepankan prinsip fair play. Seluruh pertandingan dipimpin perangkat pertandingan yang profesional sehingga setiap tim memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kemenangan.

Bagi para peserta, turnamen ini menghadirkan pengalaman yang berbeda. Salah seorang pemain mengaku bangga karena hobi yang selama ini identik dengan dunia digital kini mendapat perhatian dan dukungan dari institusi kepolisian.

“Ini menjadi motivasi bagi kami. Kami merasa kemampuan yang dimiliki dihargai dan diberi ruang untuk berkembang. Harapan kami, esports di Tarakan semakin maju dan semakin banyak atlet yang mampu mengharumkan nama daerah,” ungkapnya.

Turnamen ini memperebutkan hadiah Rp2 juta bagi juara pertama, Rp1 juta untuk juara kedua, Rp500 ribu bagi juara ketiga, serta penghargaan Most Valuable Player (MVP) sebesar Rp300 ribu.

Di tengah pesatnya perkembangan dunia digital, langkah Polres Tarakan menunjukkan bahwa pendekatan kepada generasi muda dapat dilakukan dengan cara yang relevan dan membangun. Melalui esports, Polri tidak hanya menciptakan kompetisi, tetapi juga membangun ruang kolaborasi, menanamkan sportivitas, serta menyiapkan generasi muda yang siap berprestasi dan membawa nama Kalimantan Utara ke tingkat nasional. (*ma)