MALINAU – Pengurus Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Kabupaten Malinau masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan dalam sebuah ibadah dan seremoni di GKPI Imanuel Tanjung Lapang, Minggu (19/04/2026).
Pengukuhan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPD PWKI Kalimantan Utara, Norhayati Andris. Dalam kesempatan itu, Dr. Ir. Dolvina Damus, M.Si ditetapkan sebagai Ketua PWKI Kabupaten Malinau yang baru.
Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Malinau Wempi W. Mawa bersama istri, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pengurus PWKI, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para pendeta dan gembala gereja.
Dalam sambutannya, Norhayati Andris menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan tersebut. Ia menegaskan bahwa PWKI memiliki peran penting tidak hanya dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga dalam pembangunan sosial kemasyarakatan.
“PWKI adalah organisasi perempuan Kristen yang telah lama berkiprah, tidak hanya di bidang kerohanian, tetapi juga pendidikan, kesehatan, sosial, serta pemberdayaan perempuan. Di Kalimantan Utara, PWKI menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang sejahtera, adil, dan bermartabat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan semangat kebersamaan.
“Kepada pengurus yang baru, jadilah teladan dalam kehidupan sehari-hari, baik di keluarga, gereja, maupun masyarakat. Kerjakan tugas dengan hati, jaga persatuan, dan terus berinovasi dalam merancang program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak,” tegasnya.
Norhayati juga menekankan pentingnya sinergi antara PWKI dengan pemerintah daerah serta berbagai elemen masyarakat.
“Kami berharap PWKI Malinau dapat terus menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta gereja-gereja, agar pelayanan iman Kristen dapat terus bertumbuh, berdampak, dan menjadi berkat bagi masyarakat Malinau yang majemuk,” tambahnya.
Sementara itu, kehadiran PWKI di Kabupaten Malinau dinilai menjadi langkah maju bagi perempuan Kristen untuk semakin berperan aktif dalam pembangunan daerah, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai keimanan dan kerukunan antarumat beragama.
Acara pengukuhan berlangsung khidmat dan penuh sukacita, merupakan rangkai penutup setelah beberapa kegiatan seperti lomba dan parayaan Paskah dilaksanakan.
Kegaitan ini ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar kepengurusan yang baru dapat menjalankan tugas dengan baik dan membawa dampak positif bagi masyarakat.(*)














Leave a Reply
View Comments