Dalam Bayang Konflik, Indonesia Kawal Pemulangan Tiga Prajurit Perdamaian dari Lebanon

Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit Perdamaian Indonesia di Beirut.(ist)

New York  – Pemerintah Republik Indonesia memastikan proses pemulangan tiga prajurit penjaga perdamaian yang gugur di Lebanon tetap menjadi prioritas utama, meski di tengah situasi konflik yang masih berlangsung.

Melalui Perwakilan Tetap RI di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) New York, disampaikan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan bersama pihak PBB untuk menjamin proses repatriasi berjalan aman dan lancar.

Ketiga prajurit yang gugur merupakan bagian dari misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), yang selama ini bertugas menjaga stabilitas kawasan. Mereka meninggal dunia dalam serangan yang terjadi pada 29 dan 30 Maret 2026.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, upacara pelepasan jenazah telah dilaksanakan di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, pada 2 April 2026. Prosesi tersebut dipimpin oleh Force Commander UNIFIL, disaksikan oleh berbagai perwakilan internasional dengan penuh khidmat.

Pemerintah menargetkan pemulangan jenazah dapat dilakukan dalam pekan pertama April 2026. Namun, kondisi keamanan di lapangan yang masih dinamis menjadi tantangan tersendiri dalam proses tersebut.

Selain faktor waktu tempuh yang mencapai belasan jam dalam kondisi normal, meningkatnya intensitas konflik, termasuk serangan di wilayah Lebanon Selatan, turut memengaruhi jalur dan mekanisme evakuasi.

“Negara hadir untuk memastikan para prajurit mendapatkan penghormatan terbaik hingga kembali ke Tanah Air,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan.

Tiga prajurit yang gugur yakni Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur, dan Praka Farizal Rhomadhon. Dedikasi dan pengabdian mereka menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Gelombang simpati dan dukungan dari komunitas internasional terus berdatangan. Hal ini menjadi bukti bahwa kiprah prajurit Indonesia dalam misi perdamaian mendapat pengakuan luas di tingkat global.

Pemerintah juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut mendoakan para pahlawan bangsa tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta memberi kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan. (*)