Promosikan Investasi Perbatasan, Gubernur Kaltara Tawarkan Peluang Strategis di PSBM 2026

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang, tampil di Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XXVI di Hotel Claro Makassar, Kamis (26/3). (dksip)

MAKASSAR  – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang, memanfaatkan ajang Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XXVI, Kamis (26/3), untuk mempromosikan peluang investasi di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.

Dalam forum yang digelar di Ballroom Hotel Claro Makassar tersebut, Zainal menegaskan bahwa Kaltara merupakan wilayah strategis yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan berada di jalur perdagangan internasional.

“Wilayah perbatasan bukan lagi daerah pinggiran, tetapi menjadi beranda depan negara yang memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan tepat,” ujarnya.

Mengusung tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”, forum ini menjadi wadah bagi pemerintah daerah untuk menawarkan berbagai peluang investasi kepada para saudagar dan pelaku usaha dari seluruh Indonesia.

Zainal menekankan bahwa pembangunan ekonomi di Kaltara juga dilandasi nilai kearifan lokal siri’ na pacce, yang mengedepankan keberanian, kejujuran, kerja keras, serta menjaga kehormatan dalam setiap proses pembangunan.

Dalam pemaparannya, ia mengungkap sejumlah sektor unggulan yang siap dikembangkan di wilayah perbatasan. Di sektor pertanian dan perkebunan, Kaltara mendorong hilirisasi produk seperti pengolahan nanas dari Krayan menjadi produk bernilai tambah, serta pengembangan komoditas ekspor berbasis tanaman lokal.

Sementara di sektor perikanan dan kelautan, Kaltara memiliki potensi produksi rumput laut yang sangat besar, didukung komoditas unggulan seperti udang windu, bandeng, dan kepiting bakau yang memiliki pasar ekspor luas.

Tak hanya itu, sektor industri juga menyimpan peluang besar, termasuk pengembangan sarang burung walet di Kabupaten Tana Tidung yang masih membutuhkan investasi pada tahap pengolahan agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

Di sektor peternakan, kebutuhan telur dan daging ayam di Kaltara yang masih belum terpenuhi menjadi peluang bagi investor untuk masuk dan mengembangkan usaha di daerah tersebut.

Selain sektor ekonomi berbasis sumber daya, Zainal juga menyoroti peluang pengembangan pariwisata lintas negara yang menghubungkan Kaltara dengan wilayah Sabah di Malaysia, serta kawasan regional lainnya seperti Filipina dan Brunei Darussalam.

Menurutnya, posisi geografis Kaltara yang berada di jalur pelayaran internasional atau Archipelagic Sea Lanes (ASLs) menjadikan daerah ini sebagai simpul penting dalam rantai perdagangan global, yang menghubungkan Asia hingga Australia.

“Keberhasilan tidak datang dari kenyamanan, tetapi dari keberanian menghadapi tantangan. Ketangguhan adalah hasil dari proses panjang yang membutuhkan kerja keras dan integritas,” tegasnya.

Melalui forum PSBM XXVI ini, Pemerintah Provinsi Kaltara berharap para saudagar dan investor dapat melihat langsung potensi besar wilayah perbatasan dan berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Kaltara sebagai provinsi yang maju, makmur, dan berdaya saing. (*)