Hafiz Berseragam Loreng, Prada Nawawi Harumkan Nama Indonesia di Libya

Prada Nawawi M. M. Latifullah, berhasil meraih Juara I Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional kategori hafalan 30 juz yang digelar di Misrata, Libya. Foto: Istimewa

MISURATA, LIBYA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan prajurit muda Indonesia di kancah internasional. Prada Nawawi M. M. Latifullah, prajurit dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, berhasil meraih Juara I Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional kategori hafalan 30 juz yang digelar di Misrata, Libya.

Ajang bergengsi yang berlangsung pada 7–13 Maret 2026 tersebut mempertemukan para prajurit militer dari berbagai negara yang memiliki kemampuan menghafal Al-Qur’an. Para peserta diuji melalui berbagai tahapan, mulai dari kelancaran hafalan, ketepatan tajwid, hingga kemampuan melanjutkan potongan ayat yang diberikan secara acak oleh dewan juri.

Di tengah persaingan yang ketat, Prada Nawawi tampil dengan penuh ketenangan. Setiap ayat yang dilantunkannya terdengar fasih dan tertata. Kemampuannya menjaga hafalan Al-Qur’an hingga 30 juz dengan baik membuatnya unggul dari peserta lain dan akhirnya dinobatkan sebagai peraih juara pertama.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Tentara Nasional Indonesia sekaligus bagi bangsa Indonesia. Sejumlah sumber militer menyebutkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari pembinaan mental dan rohani yang secara konsisten dilakukan di lingkungan TNI.

Program pembinaan tersebut bertujuan membentuk prajurit yang tidak hanya kuat secara fisik dan profesional dalam menjalankan tugas negara, tetapi juga memiliki akhlak yang baik serta kedekatan dengan nilai-nilai spiritual.

Ajang MHQ internasional yang digelar di Misrata sendiri menjadi salah satu kompetisi religius yang cukup prestisius di kalangan militer dunia. Kegiatan ini tidak hanya menjadi perlombaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antar prajurit dari berbagai negara melalui kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Sebelum berangkat ke Libya, delegasi TNI terlebih dahulu mengikuti proses seleksi dan pembinaan di Indonesia. Mereka mendapatkan pelatihan intensif untuk menjaga kualitas hafalan serta memperkuat kesiapan mental saat tampil di panggung internasional.

Keberhasilan Prada Nawawi pun menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Di tengah kesibukan menjalani pendidikan dan tugas militer, ia mampu menjaga hafalan Al-Qur’an dengan disiplin dan konsisten.

Bagi banyak kalangan, prestasi ini menjadi bukti bahwa pengabdian kepada negara dapat berjalan seiring dengan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Nilai-nilai ketekunan, kesabaran, serta keikhlasan menjadi kunci keberhasilan seorang hafiz dalam menjaga hafalannya.

Kemenangan di Libya sekaligus menambah daftar prestasi Indonesia di bidang keagamaan pada tingkat internasional. Sosok Prada Nawawi menjadi simbol bahwa prajurit Indonesia tidak hanya dikenal tangguh menjaga kedaulatan negara, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam menjaga nilai-nilai keimanan.

Dengan keberhasilan tersebut, nama Indonesia kembali berkibar di panggung dunia. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak generasi muda untuk mencintai Al-Qur’an sekaligus terus berprestasi demi mengharumkan nama bangsa.(*)