TARAKAN – Suasana malam Ramadan di Tarakan semakin semarak dengan digelarnya Parade Musik Sahur dan Sound Sahur Tarakan 2026 pada Sabtu malam (14/03/2026). Kegiatan yang dipenuhi kreativitas masyarakat ini mendapat sambutan luar biasa dari warga yang memadati sepanjang rute parade.
Parade tersebut digagas oleh Komunitas Orang Indonesia Tarakan bersama Serikat Pemuda Jawa Kalimantan Utara dengan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Pemerintah Kota Tarakan. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Tarakan, anggota DPRD Kalimantan Utara, unsur Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltara, Forkopimda, serta berbagai instansi terkait lainnya.
Sebanyak 58 peserta dari berbagai kelompok masyarakat turut ambil bagian dalam parade tersebut. Peserta terbagi dalam dua kategori, yakni kategori musik sahur pejalan kaki serta kategori sound sahur yang menggunakan kendaraan seperti truk dan pikap.

Parade secara resmi dilepas oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Utara dari titik start di Stadion Datu Adil. Para peserta kemudian menempuh rute hingga finis di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di kawasan Kelurahan Sebengkok.
Ketua panitia kegiatan, Eros, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat dan peserta tahun ini sangat luar biasa. Ia menilai kreativitas peserta semakin berkembang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Untuk antusias warga dan peserta sangat luar biasa. Kreativitas teman-teman tahun ini juga meningkat. Kalau sebelumnya banyak yang menggunakan kendaraan pikap, sekarang ada yang menggunakan kendaraan lebih besar seperti tronton. Ada juga yang menggunakan gerobak dengan konsep seperti karnaval,” ujarnya.
Menurut Eros, panitia melihat perkembangan positif dari segi ide dan tampilan peserta yang semakin beragam. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi musik sahur terus berkembang sebagai bagian dari budaya masyarakat.
Ia berharap pada tahun-tahun mendatang kreativitas peserta bisa semakin meningkat. Menurutnya, kegiatan ini masih terus dikembangkan agar dapat menarik partisipasi yang lebih luas dari masyarakat.
“Kami berharap tahun depan kreativitas teman-teman bisa lebih meningkat lagi. Saat ini kami masih terus memancing partisipasi masyarakat agar kegiatan ini semakin besar dan meriah,” katanya.

Terkait ketertiban selama kegiatan berlangsung, Eros menegaskan bahwa panitia telah menetapkan aturan yang harus dipatuhi oleh seluruh peserta. Setiap kelompok peserta telah menandatangani surat pernyataan untuk mengikuti tata tertib yang telah disepakati bersama.
“Sejak awal kami sudah menyampaikan aturan kepada peserta, dan mereka mengikuti tata tertib dari panitia. Jika ada pelanggaran, sudah ada komitmen melalui surat pernyataan yang ditandatangani peserta,” jelasnya.
Dengan tingginya partisipasi masyarakat serta kreativitas para peserta, Parade Musik Sahur Tarakan 2026 diharapkan dapat terus menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat kebersamaan masyarakat selama bulan suci Ramadan. (*)














Leave a Reply
View Comments