DPRD Kaltara Tanggapi Harga Rumput Laut, Jufri Budiman Dorong Akses Distribusi Baru

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Jufri Budiman, menggelar reses Masa Persidangan II Tahun 2026 bersama warga RT 11 Binalatung, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur.

TARAKAN, KALTARA – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Jufri Budiman, menggelar reses Masa Persidangan II Tahun 2026 bersama warga RT 11 Binalatung, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur. Kegiatan ini berlangsung hangat dengan antusiasme warga yang ingin menyampaikan berbagai aspirasi, terutama terkait harga rumput laut dan kondisi infrastruktur.

Dalam pertemuan tersebut, Jufri menegaskan bahwa reses menjadi momen penting bagi anggota DPRD untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat. “Reses ini kesempatan kami turun ke dapil, berdiskusi, dan mendengar masukan warga, khususnya di Pantai Amal,” ujarnya.

Sejumlah keluhan warga terkait infrastruktur disampaikan, seperti kondisi jalan dari kawasan Providen menuju Selipi yang rawan longsor dan menyulitkan transportasi hasil pertanian. Jufri berjanji akan berkoordinasi dengan Wakil Wali Kota Tarakan dan pihak terkait agar status kewenangan jalan tersebut dihibahkan kepada pemerintah kota, sehingga perbaikan bisa lebih optimal.

Selain itu, isu harga rumput laut menjadi sorotan utama. Para petani mengeluhkan harga jual yang rendah, yang dipengaruhi faktor distribusi dan biaya angkut menuju pabrik pengolahan di Sulawesi dan Pulau Jawa.

“Harga rumput laut ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami. Penentuan harga memang terkait kebijakan pusat, tetapi kami mendorong solusi lokal agar petani bisa mendapatkan harga lebih layak,” jelas Jufri.

Sebagai langkah jangka menengah, DPRD Kaltara mendorong pembukaan jalur distribusi baru dari Tarakan langsung ke Parepare, Sulawesi Selatan, tempat pabrik pengolahan rumput laut. Dengan jalur ini, biaya angkut bisa ditekan sehingga harga jual bagi petani meningkat.

Jufri menegaskan, koordinasi intensif akan dilakukan bersama Gubernur Kaltara, Wali Kota Tarakan, dan pemangku kepentingan terkait untuk merumuskan langkah teknis yang bisa menyelamatkan harga rumput laut dan kesejahteraan petani.

“Kami ingin petani rumput laut tersenyum. Karena ketika petani sejahtera, perekonomian daerah juga ikut bergerak,” pungkasnya. (*)