Momentum Syawalan, Pemkot Surakarta Perkuat Pelestarian Budaya Jawa

SURAKARTA – Momentum Syawalan dimanfaatkan sebagai ruang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen pelestarian budaya Jawa di tengah perkembangan sektor pariwisata. Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, saat menghadiri Halal bi Halal Syawalan Praja Mangkunegaran di Pura Mangkunegaran, Sabtu (28/3).

Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi bersama KGPAA Mangkunegara X beserta keluarga besar Praja Mangkunegaran, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan lingkungan keraton.

Dalam kesempatan itu, Astrid menekankan bahwa pelestarian budaya Jawa merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya sebagai identitas daerah tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mendukung pariwisata berbasis kearifan lokal.

“Pelestarian budaya ini menjadi tanggung jawab bersama. Peran perempuan sangat penting dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Menurutnya, perempuan memiliki kontribusi besar dalam merawat tradisi, baik di lingkup keluarga maupun komunitas. Peran tersebut dinilai menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya Jawa di tengah arus modernisasi.

Astrid juga menilai dinamika perkembangan saat ini telah selaras dengan kebutuhan sektor pariwisata, khususnya dalam mengangkat budaya lokal sebagai daya tarik utama. Oleh karena itu, upaya pelestarian budaya akan terus diperkuat melalui program-program yang adaptif dan berkelanjutan.

Momentum Syawalan ini diharapkan mampu mempererat kebersamaan antar elemen masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen untuk menjaga dan mengembangkan budaya Jawa sebagai identitas daerah.

Pemerintah Kota Surakarta, lanjut Astrid, berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari penguatan jati diri daerah, sekaligus mendorong pengembangan pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan.(*)