Petugas dan Warga Binaan Ikuti Test Urine Mendadak, Wujudkan Lapas Tarakan Zero Halinar

TARAKAN – Wujudkan Lapas Tarakan zero halinar, puluhan Petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan mengikuti kegiatan test urine secara mendadak bertempat di Klinik Pratama, Jum’at (09/01).

Dari data yang dihimpun terdapat 84 petugas pemasyarakatan dan 260 orang WBP dengan latar belakang tindak pidana Narkotika.

Dari hasil pemeriksaan urine baik petugas dan WBP menunjukkan Negatif dari indikasi kandungan Narkotika dan Obat-obatan berbahaya lainnya.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Tarakan, Jupri yang mengawasi langsung jalannya kegiatan test urine ini menegaskan bahwa penyelenggaraan test urine adalah bagian dari upaya jajaran guna mewujudkan Lingkungan Lapas yang Bebas dari Narkoba (Zero Narkoba) sehingga tentunya berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas dan kondusifitas keamanan ketertiban (Kamtib).

“Pada kesempatan ini, Jajaran Lapas Tarakan bersama seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di seluruh Indonesia menggelar kegiatan test urine tidak hanya diperuntukkan bagi WBP, akan tetapi juga terhadap seluruh petugas. Tentunya kegiatan ini merupakan indikator dari komitmen Lapas dalam memberantas peredaran Narkoba atau Zero Narkoba. Dari test yang kami laksanakan terpantau seluruh sample urine menunjukkan nilai Negatif dari adanya kandungan Narkoba maupun Obat-obatan terlarang lainnya”, tegasnya

Pelaksanaan test urine diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Kepdirjenpas) Nomor PAS-46.PR.01.03 Tahun 2025 tentang Standar Pencegahan Gangguan Kamtib di Lapas dan Rutan.

“Kegiatan kami laksanakan ini semakin memperkuat komitmen Pemasyarakatan dalam upaya meningkatkan kualitas keamanan dan ketertiban sebagaimana serta langkah strategis implementasi 15 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Republik Indonesia Tahun 2026”, pungkasnya. (*)