TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A Paliwang, menyoroti kinerja keuangan daerah dalam penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025 di hadapan DPRD Provinsi Kaltara, Senin (30/3/2026).
Dalam rapat paripurna tersebut, Zainal A Paliwang menyampaikan bahwa realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 menunjukkan capaian yang cukup baik, dengan sebagian besar komponen pendapatan dan belanja berada di atas 85 persen.
Untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), realisasi mencapai Rp820 miliar atau sekitar 85 persen dari target. Sementara pendapatan transfer tercatat sebesar Rp1,782 triliun atau 85,79 persen, dan lain-lain pendapatan sah mencapai Rp56,68 miliar atau 159,1 persen.
Di sisi belanja, realisasi belanja daerah mencapai Rp2,642 triliun atau 85,90 persen, sedangkan belanja transfer terealisasi Rp435,93 miliar atau 88,86 persen.
“Secara umum pengelolaan keuangan daerah berjalan cukup baik, namun efektivitas penggunaan anggaran harus terus ditingkatkan agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat,” ujar Zainal A Paliwang.
Ia menambahkan, capaian tersebut mencerminkan kinerja fiskal daerah yang relatif stabil, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pendapatan dan belanja daerah.
Selain itu, sejumlah kebijakan strategis turut mendukung penguatan keuangan daerah, di antaranya keringanan pajak kendaraan, program beasiswa, bantuan sosial, serta peningkatan layanan kesehatan.
Meski demikian, Gubernur mengingatkan bahwa optimalisasi anggaran masih menjadi tantangan ke depan, terutama dalam memastikan program pembangunan benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.
Dengan capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (*)














Leave a Reply
View Comments