SURAKARTA – Penyelenggaraan Grebeg Syawal di Solo Safari, Sabtu (28/3), sukses menjadi magnet wisata baru di Kota Solo. Ribuan pengunjung memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan tradisi budaya yang dikemas lebih atraktif sekaligus mendorong geliat pariwisata dan ekonomi kreatif.
Tradisi Grebeg Syawal yang identik dengan kirab gunungan dan nuansa Lebaran tampil berbeda di destinasi wisata ini. Perpaduan budaya dengan konsep wisata modern menjadikan acara lebih inklusif, menarik tidak hanya warga lokal, tetapi juga wisatawan dari luar daerah.
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyatakan bahwa pengemasan Grebeg Syawal di ruang wisata merupakan strategi untuk memperkuat daya tarik Solo sebagai kota budaya sekaligus destinasi wisata keluarga.
“Event seperti ini bukan hanya menjaga tradisi, tapi juga membuka ruang ekonomi baru. Ada perputaran ekonomi dari UMKM, pelaku seni, hingga sektor pariwisata yang ikut bergerak,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif antara budaya dan pariwisata menjadi kunci agar tradisi tetap hidup dan relevan dengan perkembangan zaman, terutama untuk menarik minat generasi muda.
Rangkaian acara diawali dengan kirab gunungan sebagai simbol kemakmuran dan rasa syukur. Gunungan berisi hasil bumi tersebut kemudian diperebutkan masyarakat. Selain itu, pengunjung juga disuguhi pertunjukan tari tradisional, karawitan, hingga musik etnik yang dipadukan dengan sentuhan modern.
Tak hanya itu, puluhan pelaku UMKM turut meramaikan kawasan dengan menjajakan kuliner khas Lebaran serta berbagai produk lokal. Kehadiran UMKM ini menjadi salah satu penggerak utama ekonomi kreatif selama acara berlangsung.
Astrid menilai, Grebeg Syawal memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai agenda wisata unggulan Kota Solo. Dengan pengemasan yang tepat, kegiatan ini diyakini mampu menarik wisatawan skala nasional hingga internasional.
“Solo punya kekuatan di budaya. Tinggal bagaimana kita kemas agar punya nilai jual wisata dan memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Antusiasme pengunjung terlihat sejak pagi hingga acara berakhir. Kawasan Solo Safari dipenuhi warga yang ingin menyaksikan langsung prosesi Grebeg Syawal sekaligus menikmati suasana libur Lebaran.
Pemerintah Kota Surakarta pun mendorong agar event budaya serupa terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Solo. (*)














Leave a Reply
View Comments