TARAKAN – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Cafe Cabe Kampung Kita, Sebengkok Waru, Kecamatan Tarakan Tengah, Selasa (17/3/2026), saat Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, menghadiri buka puasa bersama Kerukunan Keluarga Besar Makassar (KKBM) Provinsi Kalimantan Utara dan Tarakan. Kegiatan bertema “Merajut Kebersamaan dalam Meraih Keberkahan dan Kebahagiaan di Bulan Suci Ramadan” ini menjadi momentum penting bagi perantau Makassar di Kota Tarakan untuk mempererat tali silaturahmi.
Acara ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Ibnu Saud, anggota DPD RI, anggota DPRD Kaltara, anggota DPRD Tarakan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta unsur Forkopimda Tarakan dan Kalimantan Utara. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi yang kuat antara KKBM, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga keharmonisan sosial.
Dalam sambutannya, Wali Kota Tarakan mengapresiasi soliditas warga Sulawesi Selatan di Tarakan yang semakin baik. “Saya berharap kegiatan ini menjadi sarana mempererat persaudaraan dan persatuan di antara keluarga Sulawesi Selatan yang ada di Kota Tarakan. Semoga KKBM dapat menjadi lokomotif persatuan di antara seluruh pilar KKSS yang ada di Tarakan dan menjadi kontributor penting bagi pembangunan dan persatuan kita,” ujar dr. Khairul.
Wali kota juga menekankan pentingnya komunikasi dan musyawarah untuk menyelesaikan setiap persoalan. “KKSS sendiri cukup besar di Tarakan, hampir 40 persen dari populasi Sulawesi. Bila kita bersatu, kekuatan ini bisa dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan dan memperkuat hubungan dengan suku-suku lain di kota ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KKBM Kota Tarakan, Darmo, S. Kep., M.Kes., menjelaskan tujuan kegiatan ini adalah memperkuat tali persaudaraan dan menjaga ukhuwah Islamiyah. “Kami ingin merajut kebersamaan di bulan suci Ramadan, agar setiap anggota merasa memiliki keluarga besar yang selalu mendukung satu sama lain,” katanya.
Darmo menegaskan, keberadaan KKBM bukan hanya untuk kegiatan sosial, tetapi juga sebagai jembatan menjaga keharmonisan antarwarga. “Prinsip kami sederhana: di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Artinya, di mana pun kami berada, kami selalu menyesuaikan diri dan menjaga keharmonisan dengan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Kegiatan ini menutup rangkaian acara dengan harapan agar persatuan dan kebersamaan antar-pilar KKBM, mulai dari Pangkajene, Maros, Makassar, Luwu (Bua), Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, hingga Selayar, terus terjaga dan berkembang di Bumi Paguntaka tercinta. (*)














Leave a Reply
View Comments