TARAKAN – Suasana malam Ramadan di Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, dipenuhi gema tabuhan beduk sahur. Sebanyak 16 regu peserta ambil bagian dalam Lomba Beduk Sahur se-Kota Tarakan yang digelar oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Juata Laut, Kamis (12/03/2026) malam.
Kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan masyarakat pesisir ini secara resmi dilepas oleh Wali Kota Tarakan, Khairul, dengan mengangkat bendera start sebagai tanda dimulainya perlombaan. Ratusan warga tampak memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan kemeriahan acara yang berlangsung penuh kebersamaan.
Dalam sambutannya, Khairul menyampaikan rasa syukur karena masyarakat masih dapat berkumpul dan bersilaturahmi dalam suasana Ramadan yang penuh keberkahan.
“Alhamdulillah pada malam hari ini kita dapat berkumpul bersama di tempat ini. Walaupun sebelumnya ada beberapa kendala dalam persiapan, namun berkat usaha dan kerja sama panitia serta dukungan masyarakat, kegiatan ini tetap dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa malam tersebut merupakan bagian dari penghujung bulan suci Ramadan, tepatnya memasuki malam ke-23, sehingga masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan sisa waktu Ramadan dengan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.
“Tidak lama lagi kita akan menyambut bulan Syawal. Mudah-mudahan sisa waktu Ramadan ini dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan ibadah, amal kebaikan, serta memperkuat keimanan kita,” katanya.
Atas nama Pemerintah Kota Tarakan, Khairul menyampaikan apresiasi kepada LPM Juata Laut beserta seluruh panitia yang telah berupaya menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti lomba beduk sahur memiliki nilai sosial yang penting karena mampu mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.
“Kegiatan seperti ini memiliki makna yang sangat baik. Selain sebagai bentuk kegembiraan kita dalam menyambut bulan Syawal, juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta membangun interaksi sosial yang positif di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan dengan tertib dan mematuhi arahan panitia maupun petugas di lapangan agar kegiatan dapat berlangsung aman dan lancar.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti arahan panitia sehingga kegiatan ini berjalan dengan tertib, tidak mengganggu ketertiban lalu lintas maupun keamanan lingkungan,” pesannya.
Khairul juga mengakui bahwa pada tahun ini jumlah peserta sedikit berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat masyarakat untuk tetap melaksanakan kegiatan yang telah menjadi tradisi Ramadan tersebut.
“Walaupun ada beberapa kendala dan jumlah peserta sedikit berkurang, semangat kita untuk menyelenggarakan kegiatan ini tetap harus dijaga,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari para donatur, pengusaha pesisir, tokoh masyarakat, hingga panitia pelaksana dan seluruh masyarakat yang turut berpartisipasi.
“Semoga segala usaha dan partisipasi kita semua dalam kegiatan ini menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT,” tutupnya.
Tabuhan beduk yang bergema sepanjang malam pun menjadi simbol kebersamaan masyarakat Tarakan dalam menyemarakkan Ramadan sekaligus menjaga tradisi yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. (*ma)














Leave a Reply
View Comments