H. Ladullah Hadiri Penutupan MTQ Sebatik, Apresiasi Semangat Masyarakat

H. Ladullah Hadiri Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Kecamatan di Desa Tanjung Karang

SEBATIK – Malam itu, halaman Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik, dipenuhi cahaya lampu sederhana dan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang bergema di udara perbatasan. Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan yang digelar pada Minggu (14/2/2026) ini tetap meriah meski tanpa dukungan anggaran dari pemerintah kabupaten.

Ladullah, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang juga duduk di Komisi I dan politisi PKS dari daerah pemilihan Nunukan, hadir sebagai undangan sekaligus mewakili DPD Kaltara. Ia tampak antusias menyaksikan rangkaian penutupan MTQ yang diikuti perwakilan dari empat hingga lima desa di Kecamatan Sebatik.

“Saya hadir sebagai undangan sekaligus mewakili DPD Kalimantan Utara. Saya sangat mengapresiasi pemerintah desa dan kecamatan, khususnya Desa Tanjung Karang, atas terselenggaranya MTQ tingkat kecamatan yang cukup meriah,” ujarnya.

Kegiatan ini digelar secara swadaya. Setiap desa berinisiatif mengumpulkan iuran agar MTQ tetap dapat berjalan dengan baik. “Alhamdulillah, pelaksanaannya cukup sukses dan meriah,” tambah H. Ladullah.

Dalam kesempatan itu, H. Ladullah menekankan pentingnya dukungan pemerintah ke depan. Menurutnya, bantuan anggaran minimal sebagian sangat diperlukan agar kegiatan keagamaan seperti MTQ tidak sepenuhnya bergantung pada masyarakat dan tokoh setempat.

“Dukungan pemerintah penting agar kegiatan ini bisa terus berlangsung, sekaligus menjadi wadah untuk mencetak generasi muda yang berprestasi dan mencintai Al-Qur’an,” jelasnya.

Meski sederhana, malam MTQ itu menunjukkan semangat masyarakat Sebatik yang tinggi. Lampu-lampu panggung menyorot wajah-wajah khidmat para peserta, sementara lantunan ayat suci Al-Qur’an menambah khidmat suasana. Setiap detik acara menjadi simbol kuatnya nilai keagamaan dan kebersamaan masyarakat perbatasan.

Bagi H. Ladullah, kehadiran dalam MTQ tidak sekadar formalitas. Ia menilai kegiatan ini penting sebagai sarana memperkuat iman generasi muda sekaligus menguatkan fondasi sosial masyarakat Sebatik, yang tetap menjaga tradisi keagamaan meski berada di wilayah perbatasan dengan berbagai keterbatasan. (*)