DPRD Kaltara Dorong Peningkatan Layanan Penumpang di Pelabuhan Malundung Jelang Mudik

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Utara, Jufri Budiman (tengah). (ist)

TARAKAN – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Utara, Jufri Budiman, meminta pengelola Pelabuhan Malundung Tarakan untuk memaksimalkan kualitas pelayanan penumpang menjelang bulan suci Ramadan hingga puncak arus mudik Idul Fitri 2026. Hal tersebut disampaikan saat pertemuan dengan manajemen Pelindo dan petugas lapangan, Kamis (05/02/2026).

Dalam pertemuan itu, Jufri menilai kesiapan pelabuhan tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kesiapan layanan kepada masyarakat. Menurutnya, lonjakan penumpang yang terjadi setiap menjelang Idul Fitri harus diantisipasi sejak dini agar tidak menimbulkan keluhan dan ketidaknyamanan.

Ia menegaskan bahwa peningkatan fasilitas pelabuhan harus berpihak pada kebutuhan penumpang domestik, khususnya warga Tarakan yang menjadi pengguna utama layanan transportasi laut. Perhatian khusus juga diminta untuk penumpang lanjut usia, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya.

“Pelayanan yang baik itu bukan hanya soal gedung dan alat, tapi juga bagaimana kita memanusiakan penumpang,” ujar Jufri.

Manajemen Pelindo dalam kesempatan tersebut memaparkan sejumlah peningkatan fasilitas yang telah dan sedang dilakukan. Di antaranya penambahan unit X-ray, perluasan ruang tunggu penumpang, penambahan pendingin ruangan (AC), serta penataan ulang area parkir untuk meningkatkan kenyamanan dan kelancaran arus penumpang.

Selain itu, Pelindo juga melaporkan progres proyek pengerukan dan penambahan panjang dermaga guna meningkatkan daya tampung kapal. Hingga saat ini, progres fisik pengerukan dermaga telah mencapai sekitar 30 persen dan ditargetkan rampung pada awal 2026 agar pelabuhan dapat melayani kapal berukuran lebih besar.

Meski mengapresiasi peningkatan tersebut, Jufri menyoroti persoalan krusial lain, yakni ketersediaan sumber daya manusia dan moda angkutan penumpang dari dermaga menuju terminal. Ia menilai jarak tempuh yang cukup jauh masih menjadi kendala, terutama bagi lansia dan penumpang berkebutuhan khusus.

Untuk itu, Jufri meminta agar Pelindo bersama instansi terkait menyiapkan bus pengumpan atau sarana transportasi singkat lainnya, serta memperkuat koordinasi antarpetugas agar penanganan penumpang yang membutuhkan bantuan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Menanggapi hal tersebut, pihak Pelindo menyatakan kesiapan untuk melakukan penyesuaian operasional, termasuk penambahan personel jika diperlukan. Sejumlah layanan digital juga disebut telah diuji coba sebagai bagian dari persiapan menghadapi lonjakan penumpang pada masa mudik.

Komisi III DPRD Kaltara menegaskan akan terus memantau tindak lanjut dari hasil pertemuan tersebut. Jufri menutup dengan menekankan bahwa keberhasilan pelayanan mudik tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga oleh layanan yang humanis, ramah, dan responsif. “Yang terpenting adalah penumpang merasa aman, nyaman, dan dilayani dengan baik,” pungkasnya. (*)