BULUNGAN – Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan Setda Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Robby Yuridi Hatman, S.Sos., M.T., membuka secara resmi program vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD) perdana bagi siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bulungan
Kick off vaksinasi dengeu ini dilaksanakan pada Kamis (8/1), pukul 09.00 WITA hingga selesai, di MI Salafiyah Syafiiyah, Desa Panca Agung, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan.
Mewakili Gubernur Kaltara, Robby menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang berperan aktif sehingga kick off pelaksanaan vaksinasi DBD ini dapat terlaksana dengan baik, tertib dan lancar.
“Kick Off Vaksinasi DBD hari ini merupakan pilot project di Kabupaten Bulungan, sekaligus wujud kesiapan daerah dalam mengadopsi inovasi pencegahan DBD,” kata Robby.
Berdasarkan data tahun 2024, tercatat sebanyak 1.346 kasus DBD di Kaltara dengan 8 kasus di antaranya meninggal dunia. Dan menjadi perhatian bersama hampir 46,81 persen kasus terjadi pada kelompok usia 5-14 tahun yaitu usia anak sekolah.
“Kabupaten Bulungan merupakan salah satu wilayah dengan kasus dengue yang cukup tinggi,” ujarnya.
Risiko penularan penyakit ini juga terus meningkat seiring dengan perubahan iklim, kepadatan penduduk, serta mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, ini menuntut langkah pencegahan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berkomitmen kuat untuk melindungi generasi muda dari ancaman penyakit menular serta menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat DBD.
“Salah satu upaya strategis yang kita lakukan hari ini adalah melalui pelaksanaan vaksinasi dengue sebagai bagian dari strategi nasional penanggulangan dengue,” tegas Robby.
Robby menjelaskan vaksinasi ini tidak menggantikan, melainkan melengkapi upaya PSN 3M-Plus (Program Pemberantasan Sarang Nyamuk untuk mencegah DBD yang mencakup Menguras, Menutup, Mendaur Ulang), sehingga pencegahan DBD dapat dilakukan secara lebih menyeluruh dan efektif.
Lanjutnya, ia menyebutkan sasaran vaksinasi DBD ini adalah anak sekolah kelas 3, 4, 6 dan 7. Didasarkan pertimbangan penting yang pertama, kelompok usia sekolah merupakan kelompok yang rentan terhadap infeksi dengue.
Lalu kedua, aktivitas anak yang tinggi di lingkungan sekolah dan rumah meningkatkan risiko paparan gigitan nyamuk serta yang ketiga, sekolah menjadi lokasi yang strategis untuk menjangkau secara merata dan terorganisir.
“Dengan memberikan perlindungan sejak usia sekolah, kita berharap dapat menekan kejadian DBD di masa mendatang dan menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif,” ucapnya.
Robby berharap melalui program vaksinasi dengeu ini dapat memberikan perlindungan optimal bagi anak-anak sekolah dan secara bertahap menurunkan bebas kasus DBD di Kabupaten Bulungan dan Provinsi Kaltara secara keseluruhan.
“Saya mengajak masyarakat untuk tetap konsisten menjalankan PSN 3M Plus di lingkungan masing-masing, karena pencegahan DBD adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (dkisp)














Leave a Reply
View Comments