SAE Lanuka Menjadi Magnet Wisatawan di Awal Tahun 2026

NUNUKAN –  Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Nunukan (Lanuka) benar-benar menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun luar daerah dalam mengisi libur tahun baru 2026.

Tercatat oleh pengelola sebanyak 4.643 pengunjung hadir dan memanfaatkan fasilitas serta layanan yang tersedia.

Ya, mengawali tahun 2026, Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lanuka kembali menunjukkan eksistensinya sebagai sarana pembinaan, pemberdayaan, dan pelayanan publik yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pada Kamis, 1 Januari 2026, SAE Lanuka menjadi salah satu destinasi pilihan masyarakat untuk mengisi momentum libur Tahun Baru.

“Sejak pagi hari, arus pengunjung terus berdatangan hingga malam hari, menciptakan suasana yang ramai, tertib, dan penuh antusiasme. Berdasarkan data penjualan tiket, tercatat sebanyak 4.643 pengunjung hadir dan memanfaatkan berbagai fasilitas serta layanan yang tersedia di kawasan SAE Lanuka”, ujar kalapas Nunukan, Puang Dirham, Jumat (02/01/2026).

Tugu Mandanu Ikon SAE Lanuka

Selain Tugu Mandau yang menjadi Ikon wisata disini, fasilitas pendukung seperti kolam renang, SAE Café, hiburan band, wahana badut, sewa tikar, penyewaan pelampung, serta penjualan perlengkapan renang. Kehadiran hiburan musik dan wahana rekreasi keluarga menjadi daya tarik tersendiri yang menambah kenyamanan dan pengalaman positif bagi pengunjung dari berbagai kalangan.

“Selain sektor jasa dan rekreasi, SAE Lanuka juga menghadirkan unit usaha berbasis pertanian. Pada hari tersebut, hasil panen kangkung berhasil terjual dan turut memberikan kontribusi terhadap pemasukan.

Taman Kura-kura di SAE Lanuka

Ditambah kini adanya taman kura-kura, hal ini menunjukkan bahwa SAE Lanuka tidak hanya berfungsi sebagai sarana rekreasi, tetapi juga sebagai wadah edukasi dan produktivitas yang mengintegrasikan berbagai sektor usaha secara berkelanjutan”, ungkap Puang Dirham.

Puang Dirham juga menyampaikan selama kegiatan berlangsung, aspek keamanan, ketertiban, dan pelayanan tetap menjadi prioritas.

“Seluruh aktivitas berjalan dengan aman dan kondusif, didukung oleh kesiapsiagaan petugas serta koordinasi yang baik antar unit. Pengunjung juga mendapatkan pelayanan yang ramah dan informatif, sehingga menciptakan suasana rekreasi yang nyaman dan menyenangkan”, tutupnya.  (*)